Jumat, 21 April 2017

28-H Menulis Surat Cinta

  Dia dilahirkan lebih dulu dariku. Bukan tanpa alasan, aku yakin karena tuhan tau bahwa dia mampu menjadi seorang kakak. Kakak yang penuh dengan tanggung jawab. Kakak yang terkadang berperan sebagai orang tua juga.

  Kadang aku berpikir dia itu orang yang keras. Dulu aku tak suka jika dia memberi nasihat untukku dan mengatur hidupku. Tapi kini aku baru sadar bahwa keputusannya adalah selalu benar. Bagaimana pun dia terlahir lebih dulu dibandingkan denganku, tentunya dia sudah sangat banyak banyak pengalaman.

  Tanpanya aku tak mungkin bisa melanjutkan sekolah. Terimakasih kakak, aku akan berusaha membalas jasamu. Dulu aku adalah orang yang lemah , selalu tertindas oleh kawan dan selalu dimanfaatkan dalam hal pelajaran. Tapi hanya kau yang mampu memberiku semangat untuk tetap bertahan di sekolah. Saat sahabat sendiri , asyik dengan teman yang lain, kau selalu mengajarkanku untuk mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.

  Kau yang selalu jujur menilai tentang diriku. Jika aku berpenampilan bagus kau akan mengatakannya dengan jujur, begitu pun sebaliknya. Masih ingatkah ka, saat itu ada acara buka bersama di SMK dan aku menggunakan dress kuning berbalut hitam. Kau bilang aku terlihat cerah mengenakan baju itu. Tapi kenapa kawanku bilang aku memakai baju duka cita. Sakit rasanya saat itu, terlebih itu keluar dari mulut sahabatku sendiri. Aku menangis dan menceritakan nya padamu. Kau hanya bilang bahwa kawanku syirik dengan penampilanku. Sudah jangan dengarkan orang yang tidak suka denganmu.

  Kau yang selalu mengerti akan diriku dan masa depanku.

Kakak terima kasih sudah berjuang untukku.
Kakak terima kasih selalu membantu kesulitanku.
Kakak terimakasih telah menjagi figur yang terbaik untukku.

I love my sister.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar