Rabu, 29 Maret 2017

Semua hanya Milik-Nya dan akan kembali pada-Nya jua

Pernahkan kamu merasa , masalah bertubi-tubi datang kepadamu.
1. Di kampus kamu merasa mahasiswa yang paling bodoh. Saat presentasi kamu selalu kaku dan saat temanmu mengajukan pertanyaan kau merasa sulit untuk menjawabnya. Padahal usia mu lebih tua dari mereka. Sesungguhnya kamu tidak bodoh, hanya saja kamu perlu belajar lebih ekstra lagi. Niatkan semua karena Allah , minta lah ilmu kepada sang pemilik Ilmu itu.
2. Saat banyak tugas , tiba-tiba laptopnya rusak. Sedangkan banyak biaya yang kamu butuhkan untuk biaya ongkos ke kampus, bayar semesteran kuliah, apalagi harus bayar kosan juga. Jika kamu bisa memaknainya mungkin saja Allah akan memberikan kepadamu laptop yang lebih baik, bagus yang tentunya akan membantu urusan kuliahmu. Namun waktu yang tepat belum datang. Kamu hanya perlu menunggunya dengan sabar.
3. Sementara kamu hanya mengandalkan kerja serabutan yang hanya mampu membiayai biaya kost dan sehari-hari. Jangan selalu berpikir sempit, cobalah berpikir luas. Allah memberikan pekerjaan itu agar kamu tetap bisa membagi waktu mu. Agar kamu tak hanya menghabiskan waktu mu untuk mengejar dunia saja. Sebenarnya Allah memberi space kepadamu agar hidup mu lebih seimbang dengan tetap memberi waktu luangmu untuk beribadah kepada-Nya. Sungguh Allah akan cemburu jika kita berpaling dari-Nya.
4. Kamu pernah mencoba berjualan dengan modal meminjam. Tapi pada akhirnya jualan kamu hanya laku 10 biji dari 50 buah gorengan yang kamu buat. Bukan balik modal tapi malah habis modal. Tapi dengan kejadian itu kamu bisa membagi jualan itu kepada orang lain secara gratis. Membuat hati orang lain menjadi senang. Tafakuri mungkin saja ada sebagian hak orang lain yang pernah kamu ambil tapi kamu tak menyadarinya. Mungkin dengan cara ini Allah ingin membersihkan kesalahanmu agar kamu kembali suci dihadapannya.

Lalu kamu merasa berat menjalani hidup. Sering kamu bertanya mengapa ikhtiar sudah di lakukan tapi Allah masih belum juga menolongmu. Sebenarnya bukan seperti itu. Allah hanya ingin melihat sekuat apa kamu berusaha, setegar apa kamu bisa melewatinya. Yakin akan ada hikmah di balik kejadian yang menurutmu kadang Allah tak adil. Sejatinya Allah ingin memberikan yang terbaik bagimu. Namun kamu belum menyadarinya. Ingatlah pada hakikatnya kita, barang dan rezeki adalah milik Allah dan suatu saat akan kembali padanya. Kita hanya bertugas menjaga dan merawatnya. Maka dari itu pergunakan sebaik-baiknya apa yang Allah telah anugerah kan kepada kita

Senin, 20 Maret 2017

Sinopsis novel insya allah you'll find your way

Novel karangan Hengki Kumayandi ini sangat recommend banget buat kalian baca. Kisah seorang guru muda yang bernama Bramudiya Ilyas. Kisah yang sangat mengharukan biru yang ia jalani bersama sahabatnya Fajrin. Kisah ini bermula dari masalah ekonomi yang dihadapi Bram, ketika ibundanya tak sanggup lagi membiayai biaya kuliah Bram. Ia harus berusaha mencari pekerjaan guna memenuhi kebutuhan hidup dan kuliahnya.

Berawal pertemuannya dengan pak Tris, seorang guru saat masa sekolahnya dulu yang menawarkan pekerjaan sebagai guru. Awalnya ia tidak mau, namun seiring dengan dorongan dari Elis, seseorang yang sangat ia cintai. Akhirnya ia bertekad untuk mencoba pekerjaan tersebut.

Awal konflik bermula saat murid-murid Bram yang sering tawuran, menjadikan dia harus terlibat dengan kehidupan mereka. Awalnya para murid di kelas sama sekali tidak ada yang menyukai kepada Bram. Namun berkat kesabaran nya dia bisa menaklukan hati para muridnya.

Selain itu dia memiliki masalah yang lebih rumit yaitu masalah percintaannya yang tak menemukan titik terang bersama Elis. Bahkan disinyalir Elis memiliki perasaan terhadap Fajrin sahabatnya. Sehingga sempat terjadi kesalahpahaman yang hampir membuat persahabatan mereka rapuh.

Namun Allah belum puas untuk menguji kesabaran Bram. Di mulai dengan meninggalnya Fajrin sahabat tercintanya, yang membuat dia hampir tak semangat menjalani hidup. Namun berkat dorongan dari pak Tris dia bisa bangkit kembali. Saat Bram melihat peristirahatan terakhir Fajrin dikampung nya. Tak lama dari itu orang tua Fajrin memberitahukan wasiat kepada bapaknya agar Bram bisa berta'aruf dengan adiknya bernama Sulis.

Bram semakin bingung, disisi lain dia telah mencintai Elis tapi ia pun tak bisa menolak permintaan terakhir Fajrin. Bagaimana kisah kelanjutannya kalian bisa langsung beli bukunya Hengki Kumayandi yang banyak terdapat di toko Gramedia.

CERITA PENDEK



SECANGKIR MINYAK DI CAFE TUA
Di sebuah desa tinggalah seorang keluarga yang kaya raya. Hartanya melimpah ruah di mana mana. Mereka amat disenangi oleh penduduk karena sifat mereka yang dermawan dan tak segan untuk menolong tanpa melihat kedudukan kasta. Namun berbeda dengan anak mereka yang bernama rifki. Ia terkenal nakal seperti berandalan pasar karena hampir setiap hari ia membuat keributan di desa itu. Setelah lulus kuliah sepertinya ia tidak ada niatan untuk bekerja mungkin saja karena dia merasa orang tuanya masih bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.
Suatu hari saat ia berjalan menyusuri perkebunan kelapa milik orang tuanya , ia melihat seorang kakek tua  sedang memanjat pohon kelapa yang begitu tinggi. Bukan nya menolong ia malah mengambil hasil kelapa yang sudah susah payah di dapatkan kakek itu. Dengan santainya ia menikmati air kelapa itu tanpa merasa bersalah sedikit pun.
Sampai akhirnya sang kakek itu pun turun karena ia pikir hasil kebun nya hari ini sudah cukup untuk di jual ke pasar. Sesampainya di bawah ia begitu terkejut karena banyak kelapa yang sudah di buka dan berserakan bersama rifki.
“ Nak kenapa kamu makan hasil kelapa yang sudah kakek ambil dari pohon nya dengan susah payah?? Ucap sang kakek
“ Apa kelapa punya kakek ? jangan ngaku-ngaku kek semua pohon di kebun ini milik orang tuaku jadi aku berhak untuk mengambilnya sesuka hatiku termasuk yang kakek ambil dari pohon itu” ujarnya sambil marah.
“Iii…iya tapi kan kamu bisa memanjatnya sendiri ke atas, badan mu pun masih kekar dan  kuat tak mungkin jika kamu tak bisa mendapatkan kelapa yang segar ini “ ujar sang kakek lagi
“Kamu berani ya menasihati anak dari juragan mu , dasar kau kakek tua yang tak tau di untung” ujarnya sambil mendorong kakek  itu jatuh ke tanah dan ia pun pergi begitu saja tanpa meminta maaf., kakek itu hanya mengelus dadanya sambil menangis.

Kemudian ia melanjutkan perjalanan nya ke sebuah pasar dan seperti biasa ia membuat kericuhan lagi. Di sana dia meminta uang pangkal hampir pada semua pedagang. Penduduk yang tak mau bermasalah dengan rifki memberikan begitu saja uangnya walaupun di hatinya tak ada sedikit pun keikhlasan. Saat ia meminta uang dari seorang ibu penjual sayuran , ibu itu menolak untuk memberikan uang nya dengan alasan dagangan nya belum habis terjual. Seketika hal itu membuat Rifki marah dan mengacak ngacak dagangan ibu itu sampai hancur dan lagi-lagi tanpa bersalah ia meninggalkan tempat itu.
Karena cape sudah berjalan jauh ia bermaksud tidur di dalam sebuah mobil pengangkut sayur. Tanpa ia sadari mobil itu membawanya pergi ke tempat yang jauh dari pemukiman. Sampai akhirnya ia tersadar bahwa dirinya sedang berada di sebuah hutan, dengan bodohnya ia malah meloncat dari mobil itu sehingga badan nya berguling-guling di semak semak, hingga ia jatuh pinsan dan saat tersadar ia tak bisa menggerakan kaki nya sepertinya terkilir saat jatuh tadi. Ia berusaha meminta pertolongan namun tak ada satu orang pun yang mendengar suaranya jelas saja tak mungkin ada orang yang tinggal di tengah hutan seperti ini.
Sampai akhirnya ia berusaha menggunakan tongkat untuk berjalan mencari pemukiman warga. Setelah berjalan cukup jauh ia menemukan sebuah rumah tua dan kumuh tapi setelah ia baca kembali rumah itu bertuliskan “CAFÉ NILAI KEHIDUPAN” ia pun segera memasuki café itu berharap ada yang bisa menolong nya di sana.
“Permisi apa ada orang ??” Tanya Rifki karena café itu terlihat sepi tak ada pengunjungnya.
“Ada yang bisa saya bantu??” ujar seorang nenek tua yang tiba tiba keluar di balik pintu .
“Eu,,,euu sa…saya mau minta tolong tinggal disini sebentar untuk sementara menyembuhkan kaki saya yang sedang terkilir” ujarnya memelas.
“Haa…hhahahah apa minta tolong ?? bukan kah kau juga suka mendzalimi orang lain ?? ucap nenek tua itu sambil tertawa.
“Kenapa nenek tau ?? iya selama ini memang saya kurang kurang menghargai orang lain dan saya seenaknya memperlakukan mereka tanpa belas kasihan”.
“Tak perlu kau mengetahuinya , jikalau kau ingin tinggal disini maka bekerjalah bersamaku”
Tanpa pikir panjang Rifki pun mengiyakan nya. Seminggu ia istirahat disana dan mendapatkan pengobatan sampai kaki nya bisa berjalan kembali dengan normal.
Keesokan hari nya ia mulai bekerja, ia pun mengawali pekerjaan nya dengan membersihkan meja pelanggan. Tak lama kemudian datanglah pengunjung café dan mulai memesan makanan
“Mas saya pesan kopi hangat dan roti bakar 2 buah “ ucap seorang pemuda “
Rifki pun langsung menghampiri meja itu dan mengambilkan pesanan nya.
Tak berapa lama dan yang memanggil Rifki dari meja paling ujung yaitu seorang kakek tua.
“ Nak saya pesan 1 cangkir minyak dan 1 cangkir air putih”
“ Maaf pak kami tak menyediakan menu minyak di café ini, lebih baik bapak pesan saja menu yang lain seperti es jus” ucap Rifki menawarkan.
“ Tidak saya hanya menginginkan menu itu cepat bawa saja kemari pesanan saya “ sambil sedikit marah
Akhirnya Rifki pun mengambilkan pesanan konyol itu dan menghidangkan nya di meja sang bapak. Saat Rifki akan pergi tiba tiba kakek itu memintanya untuk duduk. Dengan sabarnya ia pun mengikuti ucap sang kakek.
‘’ Kamu tau bagaimana caranya menghabiskan minyak dalam gelas ini tanpa kamu membuang atau meminum nya ??” pertanyaan yang sedikit membingungkan Rifki kala itu.
“ Tidak tau kek jawabnya singkat”.
Kemudian kakek itu menumpahkan air putih kedalam gelas yang berisi minyak dan yang Rifki lihat minyak itu keluar dari gelas tanpa harus membuang dan meminumnya.” Kamu tau nak ini seperti inilah hati mu yang sudah di penuhi oleh kesombongan mu terlihat ada minyak yang membungkus qalbu mu. Maka dari itu siramlah dengan air putih agar hati mu kembali suci. Mulailah untuk memperbaiki diri agar tak banyak orang yang kau sakiti perasaan nya” dari situlah ia belajar bahwa kehidupan lebih menyenangkan jika diisi dengan kerendahan hati.

Sabtu, 18 Maret 2017

Cara mengobati mata ikan

Mata ikan atau disebut juga dengan clavus atau corn yaitu penebalan kulit yang terjadi akibat gesekan yang terjadi berulang kali. Biasanya mata ikan ini muncul pada bagian kaki atau tangan. Kulit yang terjangkit penyakit ini biasanya di bagian tengah akan terasa sakit, apalagi saat digunakan berjalan.

Penyebab penyakit ini biasanya karena
1. memakai sepatu atau alas kaki yang tidak nyaman, misalnya terlalu longgar atau bahkan kesempitan.
2. Kurangnya merawat kebersihan pada kaki atau tangan.
3. Tidak menggunakan kaus kaki saat mengenakan sepatu.
4. Berat badan yang terlalu over.

Biasanya obat yang dibeli di apotek hanya bisa mengurangi atau melepaskan kulit yang tebalnya saja. Sedangkan pada bagian yang terdapat akarnya sangat sulit terlepas. Maka dari itu berdasarkan pengalaman, saya pernah mencoba menggunakan campuran antara sabun mandi dan apu lalu tambahkan sedikit air. Setelah itu tempelkan pada bagian kulit yang terkena mata ikan. Gunakan saja satu kali saat menjelang tidur atau boleh saat pagi hari sebelum aktivitas. Insya allah dalam waktu 5-7 hari , mata ikan bisa terlepas bersama akarnya.
Mungkin sampai disitu pemaparan yang saya tau mengenai pengobatan mata ikan. Semoga ada manfaat nya bagi sahabat sekalian.

Kamis, 16 Maret 2017

Untuk seseorang di masa lalu

Dulu aku pernah bahagia dan menangis berasama mu...
Dulu aku begitu menyayangimu...
Dulu hatiku sakit saat tak ada kabar darimu..
Begitupun aku sakit saat kau tiba- tiba cuek terhadapku...

Sadarkah kau hal indah itu takkan mungkin pernah kembali...
Sadarkahkah kau , kita hanya melukai perasaan masing-masing saja jika kita tetap berusaha bersama...

Untuk itu lupakan aku....
Mulailah lembaran baru dalam hidupmu...
Aku tak ingin kau terjebak dalam kisah masa lalu ini...
Aku tak ingin terus-terus menyakitimu

Untuk itu Berbahagialah masa lalu ku...
Karena dengan itu aku pun akan merasakan hal yang sama

Rabu, 15 Maret 2017

Kuliah Di Dua Tempat, Why Not ?

Setelah lulus dari SMK , aku ingin sekali bisa melanjutkan ke jenjang kuliah. Aku ingin mewujudkan mimpi itu yaitu menjadi seorang Apoteker. Senang rasanya bisa membantu orang lain mengatasi masalah kesehatan.Namun karena keterbatasan biaya, mimpi itu hampir saja terkubur. Aku mulai berusaha mencari kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup,karena rasanya malu sudah besar harus minta biaya pada orang tua. Alhamdulillah akhirnya aku bisa bekerja di sebuah Apotek. Setidaknya aku memiliki kesempatan untuk menjadi seorang asisten dari apoteker.

Satu tahun lamanya aku bekerja, aku mencoba mengumpulkan uang untuk kuliah dan mencoba keberuntungan dalam mengikuti SBMPTN. Aku belajar sambil bekerja, sebenarnya agak sedikit terganggu. Namun aku berusaha untuk fokus terhadap dua masalah. Hari tes pun tiba dengan senang hati aku menyambutnya. Kulangkahkan kaki dari kosan menuju SMK 8 Bandung untuk mengikuti tes. Aku mengambil prodi farmasi di UNPAD, ITB dan UGM, namun alhasil aku gagal menorobos perguruan tinggi tersebut. Begitupun aku gagal mengikuti tes di POLTEKES. Hati ku sangat hancur harus menerima kenyataan itu.
Namun coba ku tabahkan diri untuk tetap melangkah dan mencoba di lain kesempatan.

Akhirnya Allah menunjukan jalan padaku untuk berkuliah. Saat aku bekerja di Apotek , aku memiliki seorang teman namanya Agung, saat aku ngobrol dengannya tidak sengaja kita membicarakan soal kuliah. Akhirnya ia memberitahuku ada kampus dengan biaya terjangkau dan jam yang tidak padat, tepatnya tempat dia berkuliah.

Aku mencoba mendatangi kampus itu di jalan banteng dalam, tepatnya dekat RS Muhammadiyah Bandung. Sempat ku diskusikan dengan kakak ku , aku akan mengambil jurusan ekonomi syariah, tadinya kita pikir akan menjadikan jurusan ini sebagai batu loncatan agar aku bisa bekerja di bank dan dari gaji itu aku bisa meneruskan untuk kuliah Apoteker.
Namun sesampainya di kampus tersebut, aku malah tertarik mengambil jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, karena disana ada keahlian jurnalistik. Yaps aku senang sekali menulis, ku pikir jurusan ini akan cocok denganku dan mungkin jurusan ini akan menjadi pengobat mimpi ku menjadi Apoteker yang telah terkubur.

Namun sebenarnya kakaku tidak setuju dengan hal ini, karena menurut beliau , aku yang biasa lebih cenderung menggunakan otak kiri, kini harus di paksa menggunakan otak kanan untuk berpikir dan harus lebih kreatif. Namun aku mencoba mengikuti perkuliahan setiap hari, awalnya memang benar aku mendapat banyak kesulitan, namun setelah masuk semester 2, hal itu terhapus. Aku menjadi lebih enjoy dan menikmati jurusan ini. Apalagi saat belajar menjadi penyiar radio, wah pengalaman yang sungguh berharga. Dan yang tak kalah membahagiakan saat dosen jurnalistik ku menyuruh kami untuk membuat blog dan harus menulis yang nantinya akan dilaporkan sebagai tugas UAS. Bapak saya sangat berterimakasih untuk ini, karena saya menjadi lebih semangat untuk kuliah.

Disisi lain ada problematika yang datang. Saat aku mulai menyenangi dunia broadcast , aku harus diingatkan kembali pada mimpi masa lalu ku menjadi seorang Apoteker. Ada sebuah universitas baru di bandung yang membuka jurusan farmasi yang menurutku sangat terjangkau di bandingkan dengan universitas lainnya. Aku mencoba memberanikan diri untuk mendaftar, dan alhamdulillah disana banyak terdapat beasiswa.

Secara matematis keinginanku ada sesuatu yang "impossible", karena kini aku hanya mengandalkan kerja freelancer di sebuah klinik dan di kantin kampus. Uang itu hanya cukup untuk ongkos, bayar kosan dan sedikitnya bisa menyicil d kampus yg aku ambil jurusan KPI.

Namun aku harus optimis. Kenapa harus takut, selallu ada Allah yang memberikan rezeki. Maka dari itu jangan pernah untuk menghentikan mimpi.
" if you can dream it, you can't do it "
Kuliah dua tempat dan beda jurusan, Why not ???
#yaz

cerpen inspirasi



MY HISTORY
Ibuku bilang aku di lahirkan di hari yang istimewa tepatnya tanggal 22 Desember. Hari dimana semua orang merayakan nya sebagai hari ibu. Dan ibuku selalu berharap kelak aku bisa menjadi seorang ibu yang memiliki kepribadian lembut,penyayang,bisa dijadikan panutan dan madrasah untuk cucu-cucu nya. Aku pun selalu tersenyum saat mendengarkan doa-doa nya ini berharap semua ini menjadi kenyataan.
Sejak SD aku terkenal sebagai anak yang pendiam dan kurang mampu untuk bersosialisasi dengan orang lain. Tak banyak prestasi yang ku ukir seperti kawan-kawan ku yang lain. Dalam hal membaca pun aku selalu mendapat kesulitan. Tak heran jika nilai ulanganku selalu mendapat nilai merah. Namun dengan kesabaran dan ketelatenan guruku aku bisa melewati kesulitan itu. Takkan pernah ku lupakan semua jasanya.
Namun sepertinya perubahan mulai terjadi di hidup ku. Waktu aku duduk di kelas 6 aku pernah berceloteh pada kawan sebangku ku “ Tak apalah hafizah tidak menduduki peringkat pertama pun aku ingin sekali saja bisa menduduki peringkat ke tiga di kelas ini”. Hafizah hanya tertawa mendengarkanku mungkin karena dia tahu kemampuan ku.
Betapa terkejutnya diriku saat kelulusan tiba aku mendapatkan peringkat ke 3dari 40 siswa dan masuk ke dalam kriteria siswa terbaik. Bahkan aku dan ke 3 kawanku mendapatkan rekomendasi untuk masuk ke sekolah favorit. Namun pilihan itu tak aku ambil, aku memilih jalan lain untuk masuk Madrasah Tsanawiyah. Meski begitu aku tak pernah menyesali keputusanku karena disana aku menemukan banyak pelajaran penting.
Kini aku yang sudah beranjak remaja sudah sedikit berbeda dengan yang dulu. Aku mulai aktif di berbagai macam organisasi seperti OSIS dan IRMA  bahkan aku mendapatkan kepercayaan untuk menjadi pengurus disana. Saat  Tsanawiyah aku sangat menggemari mata pelajaran bahasa indonesia apalagi saat guruku memberikan tugas untuk membuat cerpen aku selalu menjadi siswa yang paling antusias dalam membuatnya. Bagiku menulis sangat menyenangkan karena aku bisa menumpahkan semua ideku kedalamnya. Namun tak banyak karya yang aku buat saat itu karena aku terlalu sibuk dengan dua organisasi yang aku ikuti bersamaan. Hingga akhirnya tak terasa masa masa sekolah ku akan segera berakhir, sedih rasanya harus meninggalkan sekolah yang sudah mengukir banyak kenangan. Namun hidup harus terus berjalan dan aku harus melanjutkan pendidikan ke SMA.
Singkat cerita setelah lulus aku pun memilih SMK jurusan kesehatan, jurusan yang di dalamnya penuh denmgan segudang aktivitas praktek dan hafalan. Saat aku memasuki semester 3 mulai ada masalah dalam hidupku. Kaka ku hampir tak sanggup lagi untuk membiayai aku sekolah dan hal ini sempat merenggut semua mimpi ku. Alhamdulillah di tengah jalan aku menemukan ide untuk berjualan makanan saja. Awalnya aku malu karena belum terbiasa menawarkan makanan kepada teman beda kelas yang tak aku kenal. Namun dengan tekad yang kuat aku bisa melawan rasa malu itu hingga akhirnya aku bisa membiayai sekolah ku sampai lulus.
Setelah lulus dari sekolah keinginan ku untuk menulis mulai muncul kembali. Sedikit demi sedikit aku mulai menulis cerpen, pantun dan puisi namun sayang nya aku tak pernah mempublikasikan hasil karya ini aku menyimpan nya rapat rapat pada  sebuah buku kecil. Aku tak berani membaginya dengan orang lain karena takut ceritanya tak menarik. Aku pun belum yakin menulis itu adalah bakatku atau hanya sebuah hobi.
Sampai suatu saat tidak sengaja aku menemukan lomba menulis cerpen yang ku dapat infonya disebuah media sosial. Awalnya aku tidak yakin mengirimkan hasil karyaku. Namun dengan bismillah aku tekadkan semuanya. Karya pertama yang aku publikasikan berjudul ‘’HARGA SEBUAH KEJUJURAN”. Aku memilih ide ini tentu dengan sebuah tujuan. Aku ingin generasi muda tahu bahwa kejujuran amatlah penting dalam sebuah bidang pendidikan, karena hal itu akan membawa dampak positif di masa depan mereka.
Tak apa kita mendapatkan nilai kecil tapi dengan kemampuan kita sendiri. Jangan terlalu mengejar kuantitas nilai tapi perbaikilah kualitas skill kita. Selain itu ada pesan juga untuk para orang tua jangan terlalu memaksakan anak untuk mendapat nilai yang sempurna karena sudah jelas terbesit di pikirannya adalah bagaimana cara untuk mendapatkan nilai yang besar , tak peduli cara apapun akan dia lakukan sekali pun dengan cara yang tidak sehat. Biarlah dia berjalan dengan kemampuan nya sendiri tentunya dengan arahan yang baik dari orang tua.
Secara manusiawi awalnya aku pun memiliki tujuan untuk memenangkan perlombaan ini, namun kini aku tak peduli mau menang ataupun kalah karena tujuan ku saat ini hanyalah ingin berbagi kisah inspiratif bersama orang lain. Aku berharap sesuatu yang aku tulis bisa bermanfaat dan bisa menjadi dorongan untuk membangkitkan semangat mengejar impian nya di masa depan.
Kini menulis bukan hanya sekedar hoby melainkan sudah menjadi sebuah kebutuhan dalam hidupku. Karena dengan menulis aku bisa berbagi pengalaman dengan orang lain, dengan menulis aku bisa lebih tenang karena semua yang ada dalam hati dan pikiran bisa aku curahkan dan sedikitnya bisa mengurangi beban ku, dengan menulis pun aku bisa menjadi diri sendiri dan kini aku dapat menemukan bakat terpendam itu.
Jangan pernah takut untuk memulai apa yang ingin kita perbuat. Percayalah kekuatan , kemampuan dan ide akan datang beriringan dengan niat kita. Teruslah berkarya tanpa mengenal lelah karena dengan berkarya kita bisa mengubah dunia.