Setelah lulus dari SMK , aku ingin sekali bisa melanjutkan ke jenjang kuliah. Aku ingin mewujudkan mimpi itu yaitu menjadi seorang Apoteker. Senang rasanya bisa membantu orang lain mengatasi masalah kesehatan.Namun karena keterbatasan biaya, mimpi itu hampir saja terkubur. Aku mulai berusaha mencari kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup,karena rasanya malu sudah besar harus minta biaya pada orang tua. Alhamdulillah akhirnya aku bisa bekerja di sebuah Apotek. Setidaknya aku memiliki kesempatan untuk menjadi seorang asisten dari apoteker.
Satu tahun lamanya aku bekerja, aku mencoba mengumpulkan uang untuk kuliah dan mencoba keberuntungan dalam mengikuti SBMPTN. Aku belajar sambil bekerja, sebenarnya agak sedikit terganggu. Namun aku berusaha untuk fokus terhadap dua masalah. Hari tes pun tiba dengan senang hati aku menyambutnya. Kulangkahkan kaki dari kosan menuju SMK 8 Bandung untuk mengikuti tes. Aku mengambil prodi farmasi di UNPAD, ITB dan UGM, namun alhasil aku gagal menorobos perguruan tinggi tersebut. Begitupun aku gagal mengikuti tes di POLTEKES. Hati ku sangat hancur harus menerima kenyataan itu.
Namun coba ku tabahkan diri untuk tetap melangkah dan mencoba di lain kesempatan.
Akhirnya Allah menunjukan jalan padaku untuk berkuliah. Saat aku bekerja di Apotek , aku memiliki seorang teman namanya Agung, saat aku ngobrol dengannya tidak sengaja kita membicarakan soal kuliah. Akhirnya ia memberitahuku ada kampus dengan biaya terjangkau dan jam yang tidak padat, tepatnya tempat dia berkuliah.
Aku mencoba mendatangi kampus itu di jalan banteng dalam, tepatnya dekat RS Muhammadiyah Bandung. Sempat ku diskusikan dengan kakak ku , aku akan mengambil jurusan ekonomi syariah, tadinya kita pikir akan menjadikan jurusan ini sebagai batu loncatan agar aku bisa bekerja di bank dan dari gaji itu aku bisa meneruskan untuk kuliah Apoteker.
Namun sesampainya di kampus tersebut, aku malah tertarik mengambil jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, karena disana ada keahlian jurnalistik. Yaps aku senang sekali menulis, ku pikir jurusan ini akan cocok denganku dan mungkin jurusan ini akan menjadi pengobat mimpi ku menjadi Apoteker yang telah terkubur.
Namun sebenarnya kakaku tidak setuju dengan hal ini, karena menurut beliau , aku yang biasa lebih cenderung menggunakan otak kiri, kini harus di paksa menggunakan otak kanan untuk berpikir dan harus lebih kreatif. Namun aku mencoba mengikuti perkuliahan setiap hari, awalnya memang benar aku mendapat banyak kesulitan, namun setelah masuk semester 2, hal itu terhapus. Aku menjadi lebih enjoy dan menikmati jurusan ini. Apalagi saat belajar menjadi penyiar radio, wah pengalaman yang sungguh berharga. Dan yang tak kalah membahagiakan saat dosen jurnalistik ku menyuruh kami untuk membuat blog dan harus menulis yang nantinya akan dilaporkan sebagai tugas UAS. Bapak saya sangat berterimakasih untuk ini, karena saya menjadi lebih semangat untuk kuliah.
Disisi lain ada problematika yang datang. Saat aku mulai menyenangi dunia broadcast , aku harus diingatkan kembali pada mimpi masa lalu ku menjadi seorang Apoteker. Ada sebuah universitas baru di bandung yang membuka jurusan farmasi yang menurutku sangat terjangkau di bandingkan dengan universitas lainnya. Aku mencoba memberanikan diri untuk mendaftar, dan alhamdulillah disana banyak terdapat beasiswa.
Secara matematis keinginanku ada sesuatu yang "impossible", karena kini aku hanya mengandalkan kerja freelancer di sebuah klinik dan di kantin kampus. Uang itu hanya cukup untuk ongkos, bayar kosan dan sedikitnya bisa menyicil d kampus yg aku ambil jurusan KPI.
Namun aku harus optimis. Kenapa harus takut, selallu ada Allah yang memberikan rezeki. Maka dari itu jangan pernah untuk menghentikan mimpi.
" if you can dream it, you can't do it "
Kuliah dua tempat dan beda jurusan, Why not ???
#yaz
Spruce Crafts - Tithin' Tipton Tipton
BalasHapusThe first stage is titanium helix earrings the micro touch hair trimmer first stage for the Tithin' Tipton Tipton Tipton tipton. It is created using a high quality price of titanium stainless steel titanium hair dye drum. The titanium hair clipper assembly consists of