Selasa, 02 Mei 2017

Jangan Tergiur Harga Murah

Orang yang sakit pasti menginginkan kesembuhan. Salah satu ikhtiarnya adalah dengan minum obat. Namun bagaimana bila obat yang dikonsumsinya ternyata memiliki kandungan palsu. Bukannya mengobati justru hal tersebut akan memperburuk kondisi tubuh.

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin banyak pula peluang orang jahat untuk memanfaatkan peluang yang ada. Salah satunya adalah memalsukan obat. Para oknum tersebut bisa meraut keuntungan yang besar dari pendistribusian obat tersebut.

Maka alangkah baiknya jika kita menjadi pembeli yang bijak. Jangan pernah tergiur akan harga yang murah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebelum membeli obat sebaiknya kita mensurvei beberapa apotek untuk membandingkan harga yang relevan. Selain itu kita patut untuk mencurigai toko obat yang belum memiliki izin. Biasanya mereka bisa mendapatkan barang dari Black Market.

Namun yang paling penting adalah peran dari tenaga kesehatan itu sendiri. Misalnya di Apotek meliputi owner sebagai pemilik, dipastikan harus membeli obat pada PBF ( Pedagang Besar Farmasi ) resmi dengan kualitas asli. Selain itu peran Apoteker dan Asisten Apoteker yang menjadi ujung tombak keberhasilan dan kegagalan dalam menyampaikan informasi kesehatan. Peran mereka tak hanya cukup hanya menjual obat. Tapi baiknya perlu mensosialisasikan kepada pembeli bagaimana mengetahui obat palsu dan asli agar mereka tidak terbodohi.

Peran pemerintah pun harus ikut disertakan. Diharapkan pemerintah dan BPOM ( Balai Pengawasan Obat dan Makanan) harus lebih rajin untuk memeriksa setiap pendistribusian dan pembuatan obat pada industri farmasi. Pemerintah juga harus lebih memperketat keamanan agar tidak ada obat palsu dari luar negeri yang masuk. BPOM pun diharapkan agar tidak termanipulasi oleh pihak- pihak PBF yang curang. Pastikan cek berkas- berkas pembelian bahan obat. Diharapkan dengan adanya kerja sama antar pihak, bisa mewujudkan kualitas kesehatan yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar